first we have the india resource, jawi resource, majapahit resource, nias/dayak/papua resource, malay resource, bali resource
so thats a six, its fitting nicely,
so lets make the story..
Pada mula mulanya Tanah yang disini begitu bagus, tanah yang disini dengan berbagai buah buahan, tanah subur, dan warga yg sejahtera dan bahagia, dipimpinlah tanah yang disini oleh ke 2 maharaja yang agung serta maha sempurna yang memimpin tanah ini sebagaimana dia memelihara dunia nya, mengadilkan rakyat dan diatas kasta
Kulondharmajaya dan wetaniagung adalah namanya, dengan dia dari setengah male, setngah undi pemimpin dari barat, yang mengarungi lautan dan menyebarkan biji biji, adalah maharaja daripun Kamaharadjaan Purwimahima, yang wilayahnya membentang luas dari gunung Andas sampai selat semenanjung Sanda, namun sedang di timur setelah melewati 400 hadi jauhnya, tertemukan alam terlihat langsung dari cahaya matahari yang sinar silau, tinggi berdiri Kamaharadjaan Kamulyon i wetan dipimpin oleh maharaja Wetaniagung salah seorang jawi asli yang berdiri diatas para bangsa hitam dan tembus, dalam pertunjukan keagungan yang tak ada bisa menggapai itu, seluruh rakyat tanah disini merasa sejahtera dan juga bahagia.
namun datanglah tahun 257 Saka dalam gelap, pada hari yang gemilang, namun tak satu pun orang, yang melihat. dunia telah dibabat habis dan sekarang mereka mendekat ke tanah sini, adalah bangsa Undi dari Alor, dengan sergap mereka datang ke tanah ini, rakyat sedih dan derita dimana mana pun mata memandang, anak pergi dan tak kembali, bapak hilang, dan ibu jadi rampasan belaka, yang mulia Kulondharmajaya dan wetaniagung tentusaja tidak mau tinggal diam, mereka mengangkat senjata dan perang pun berlangsung selama total setengah abad
Dalam kurun waktu setengah abad banyak yang terjadi, Kamaharadjaan runtuh, dan Karajdaan berdiri, Karadjaan bersatu, Karadjaan melepaskan diri, dan hal hal lain. Batu terakhir pecah oleh serangan Kulondharma jaya di kota Ambas karenanya berhasil mengusir bala tentara Undi, namun juga menewaskan dirinya, dengan Wetani agung yang yang sudah meninggal, maka tanahdisinipun masuk babak baru yang mengkhawatirkan
100 tahun lamanya semenjak Karadjaan Undi pergi dari tanah ini, namun sekarang tanah ini dalam keadaaan yang stabil dan juga tidak, dalam keadaan aman dan juga tidak, hanyak takdir yang akan tahu bagaimana nasib dari tanah yang disini